Keuangan & SPP

Uang Saku & Dompet Santri

Dompet santri adalah saldo uang saku yang diisi wali atau pengurus, lalu dipakai santri bertransaksi di unit usaha pondok. Halaman ini menjelaskan cara menambah saldo, memeriksa riwayat transaksi, dan memakai PIN santri.

Terakhir diperbarui: 27 September 2026

Dompet santri dalam kehidupan pondok

Banyak pesantren mengurangi uang tunai di tangan santri dengan cara menabung uang saku ke saldo masing-masing anak. Santri kemudian belanja di koperasi atau kantin pondok memakai saldo itu, tanpa memegang cash. Dompet di Santri360 mencatat semuanya: berapa saldo sekarang, dari mana saldonya masuk, dan untuk apa saja dipakai.

Menambah saldo

  1. Terima setoran dari waliSetoran bisa datang tunai lewat pengurus atau transfer ke rekening pondok, mengikuti kebijakan masing-masing pesantren.
  2. Pilih santri dan isi jumlah setoranBuka dompet santri tersebut, lalu catat penambahan saldo beserta jumlahnya.
  3. Tulis keterangan singkatMis. "uang saku Oktober dari wali" — keterangan ini nanti sangat membantu saat wali bertanya saldo bertambah dari mana.
  4. Cek saldo baruSetelah tercatat, saldo langsung bertambah dan mutasi setoran muncul di riwayat.
Penambahan saldo juga dicatat manual

Sama seperti pembayaran tagihan, pengisian saldo dilakukan oleh pengurus yang berwenang setelah uangnya benar-benar diterima. Wali tidak mengisi saldonya sendiri lewat aplikasi.

Memeriksa mutasi dan riwayat

Setiap dompet punya riwayat transaksi yang rapi — bertambah dan berkurangnya saldo tercatat baris per baris. Gunakan riwayat ini untuk:

PIN santri untuk bertransaksi

Supaya saldo tidak bisa dipakai orang lain, setiap santri punya PIN sendiri. Saat belanja di kasir pondok, santri menyebutkan identitasnya lalu memasukkan PIN — tanpa PIN, transaksi tidak bisa dilanjutkan. Kebiasaan yang perlu dijaga:

Kalau ada yang macet

  1. Wali merasa sudah setor tapi saldo tidak bertambah. Cek buku setoran bendahara dan keterangan di riwayat; biasanya setorannya belum sempat dicatat atau masuk ke santri lain yang namanya mirip.
  2. Santri lupa PIN. Pengurus mengganti PIN santri setelah identitasnya dipastikan — misalnya dicek langsung oleh wali kamar — bukan asal reset.
  3. Saldo berkurang tanpa transaksi yang dikenal. Buka mutasi, cocokkan jam dan tempatnya dengan jam buka koperasi/kantin; kalau tetap tidak jelas, bekukan pemakaian saldo sampai selesai diperiksa.
  4. Selisih antara saldo total dan uang kas. Cocokkan jumlah seluruh saldo santri dengan uang setoran yang benar-benar dipegang pondok; selisih diperiksa per santri lewat riwayat.

Pertanyaan yang sering muncul

Bisakah wali top-up saldo sendiri lewat portal wali?

Tidak. Penambahan saldo dilakukan oleh pengurus atau bendahara setelah uangnya diterima. Setiap pesantren punya kebijakan masing-masing soal cara setor — tunai atau transfer — dan wali sebaiknya mengikuti petunjuk bendahara pondok.

Saldo santri bisa dipakai untuk apa saja?

Untuk bertransaksi di unit usaha pondok yang terhubung ke kasir, seperti koperasi dan kantin. Saldo bukan pengganti pembayaran SPP dan tidak otomatis terpakai untuk tagihan.

Santri keluar pondok, saldonya masih ada. Bagaimana?

Sisanya dikembalikan ke wali sesuai kebijakan pondok — biasanya tunai saat pengambilan santri atau ditransfer. Setelah pengembalian, catat penyesuaian saldo di riwayat supaya saldo nol dan ada jejaknya.

Apakah orang tua bisa memasang batas belanja harian?

Batas belanja diatur lewat kebiasaan pondok: wali menentukan besarnya setoran per periode, dan riwayat memuat semuanya sehingga pemakaian yang berlebihan cepat terlihat dan bisa ditegur.

Masih ada yang perlu dibantu?

Sampaikan langsung ke tim kami. Kami bantu jelaskan sampai jelas — tanpa biaya, dan tanpa paksaan untuk langsung memakai sistem.

Tanya via WhatsApp