Cara Login
Hampir semua kendala "tidak bisa masuk" berasal dari tiga hal: alamat yang salah, kata sandi yang tertukar, atau akun yang belum diaktifkan. Halaman ini membantu Anda memeriksanya satu per satu.
Terakhir diperbarui: 27 September 2026
Tiga pintu masuk yang berbeda
| Pintu masuk | Dipakai oleh | Isinya |
|---|---|---|
| Dashboard admin | Admin, tata usaha, pimpinan | Seluruh data pesantren |
| Aplikasi pengurus | Pengurus asrama, pengajar, keamanan | Tugas harian sesuai peran |
| Portal wali | Wali santri | Data anaknya saja |
Akun pengurus tidak bisa dipakai masuk ke portal wali, dan sebaliknya. Kalau Anda menerima pesan "akun tidak ditemukan", kemungkinan besar Anda sedang membuka pintu masuk yang salah.
Langkah masuk ke dashboard admin
- Buka alamat dashboard Gunakan browser di komputer atau HP. Pastikan alamat yang Anda buka sesuai dengan yang diberikan pesantren — kesalahan satu huruf saja akan membawa Anda ke halaman lain.
- Masukkan email dan kata sandi Tulis email dengan huruf kecil semua, karena email tidak membedakan huruf besar dan kecil. Untuk kata sandi, huruf besar dan kecil dibedakan — perhatikan tombol Caps Lock.
- Pilih pesantren bila diminta Sebagian akun dipakai untuk beberapa pesantren. Bila muncul pilihan, pilih pesantren yang benar sebelum melanjutkan.
- Periksa nama di pojok kanan atas Setelah masuk, pastikan nama dan peran Anda sesuai. Kalau bukan, segera keluar dan hubungi admin — Anda mungkin memakai akun yang bukan milik Anda.
Kalau lupa kata sandi
- Minta admin pesantren melakukan pengaturan ulang kata sandi untuk akun Anda.
- Setelah menerima kata sandi baru, masuk dan segera ganti dengan kata sandi pilihan Anda sendiri.
- Jangan memakai kata sandi yang sama dengan akun media sosial atau email pribadi.
Satu akun hanya untuk satu orang. Kalau petugas berganti shift, buat akun terpisah — jangan memakai satu akun bersama-sama. Akun bersama membuat catatan aktivitas tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Membuat kata sandi yang aman tapi mudah diingat
Gunakan gabungan tiga kata yang tidak berhubungan, lalu tambahkan satu angka dan satu tanda. Contoh pola: kambing_laut7#. Kata sandi seperti ini jauh lebih kuat daripada pesantren123, tetapi masih mudah Anda ingat.
Yang harus dihindari:
- Tanggal lahir anak atau istri.
- Nomor WhatsApp atau nomor kamar.
- Nama pesantren atau tahun berdirinya.
- Kata sandi yang sama dengan akun lain.
Kalau ada yang macet
- Muncul pesan kata sandi salah padahal merasa benar — coba ketik ulang dari awal, jangan hanya menambal. Perhatikan apakah ada spasi yang ikut terketik di akhir.
- Halaman kembali ke tampilan masuk terus — kemungkinan sesi Anda sudah berakhir. Muat ulang halaman, lalu masuk kembali.
- Email tidak ditemukan — konfirmasi ke admin apakah email Anda sudah terdaftar, dan apakah penulisannya sudah benar.
- Tidak bisa membuka di HP, tetapi bisa di komputer — kemungkinan browser HP Anda terlalu lama. Perbarui browser atau coba browser lain.
Pertanyaan yang sering muncul
Bisakah saya punya satu akun untuk beberapa pesantren?
Bisa, untuk pengurus yayasan yang mengelola lebih dari satu lembaga. Saat masuk, Anda akan diminta memilih pesantren yang ingin dibuka.
Apakah saya akan otomatis keluar setelah diam beberapa lama?
Ya. Untuk keamanan, sesi akan berakhir setelah Anda lama tidak beraktivitas. Ini wajar dan melindungi data bila perangkat dipinjam orang lain.
Bagaimana kalau perangkat saya dipakai bergantian?
Selalu tekan keluar setelah selesai, terutama di tablet bersama. Jangan hanya menutup tab browser.
Apakah wali santri perlu mengunduh aplikasi?
Tidak perlu. Portal wali dibuka lewat browser HP, dan bisa disimpan sebagai pintasan di layar utama agar terasa seperti aplikasi.
Masih ada yang perlu dibantu?
Sampaikan langsung ke tim kami. Kami bantu jelaskan sampai jelas — tanpa biaya, dan tanpa paksaan untuk langsung memakai sistem.
Tanya via WhatsApp