Tahfidz & Al-Qur'an

Setoran Tahfidz

Pencatatan hafalan harus rapi sejak awal, karena bagian inilah yang paling sering ditanyakan wali santri dan paling sering diminta saat pembagian rapor, wisuda, atau khataman.

Terakhir diperbarui: 27 September 2026

Dua jenis setoran

Jenis Maksudnya Contoh penggunaan
ZiyadahMenambah hafalan baruSantri menghafal halaman baru dari Juz 30
MurajaahMengulang hafalan lamaMengulang Juz 1 agar hafalan tidak hilang

Bedakan keduanya dengan benar. Kalau semua setoran dicatat sebagai ziyadah, grafik capaian akan terlihat naik terus padahal sebagian hanya pengulangan — dan laporan itu menyesatkan saat rapat dengan wali.

Mencatat satu setoran

  1. Pilih santri Gunakan pencarian dengan menulis nama atau nomor induk. Pastikan nama yang dipilih tidak tertukar dengan santri yang bernama sama.
  2. Pilih tanggal dan jenis setoran Isi tanggal setoran yang sebenarnya, bukan tanggal saat Anda memasukkan data. Kemudian pilih ziyadah atau murajaah.
  3. Tentukan rentang bacaan Masukkan surah dan ayat mulai, lalu surah dan ayat selesai. Contoh: mulai surah 78 ayat 1 sampai surah 78 ayat 20. Pastikan surah selesai tidak mendahului surah mulai.
  4. Isi jumlah baris Jumlah baris adalah satuan yang paling mudah dicatat dan diperiksa di halaqah. Isi angka sebenarnya, jangan dikira-kira terlalu jauh, karena angka inilah yang dipakai untuk menaksir capaian halaman.
  5. Tandai tingkat kelancaran Pilih kondisi bacaan saat setoran: lancar, cukup, atau mengulang. Pilihan ini yang membantu pengasuh melihat santri mana yang perlu diulang.
  6. Simpan, lalu tetap catat di buku halaqah Selama masa penyesuaian, tetap tulis di buku halaqah seperti biasa. Buku manual menjadi cadangan bila terjadi kendala teknis.

Memahami capaian per juz

Capaian hafalan dihitung per halaman dengan standar mushaf yang dipakai pesantren. Sebagai acuan umum pada cetakan yang lazim dipakai di pesantren Indonesia:

Juz Perkiraan jumlah halaman
Juz 121 halaman
Juz 2 sampai 2920 halaman per juz
Juz 3023 halaman
Konfirmasi dulu ke pengasuh

Jumlah halaman bisa berbeda tergantung cetakan mushaf yang dipakai pondok. Sebelum menjadikan angka ini sebagai acuan tetap, konfirmasi lebih dulu kepada pengasuh atau koordinator tahfidz, lalu samakan dengan cetakan yang dipegang santri.

Laporan yang berguna untuk pengasuh

Kalau ada yang macet

  1. Surah tidak ditemukan saat dicari — coba cari dengan menuliskan nomor surahnya.
  2. Setoran tersimpan tetapi tidak tampil di rekap — periksa apakah tanggal setoran berada di luar periode yang sedang Anda lihat.
  3. Santri tidak muncul di pilihan — pastikan data santri sudah lengkap dan statusnya masih aktif.

Pertanyaan yang sering muncul

Bisakah wali santri melihat hafalan anaknya?

Bisa. Riwayat setoran tampil di portal wali, sehingga wali tidak perlu lagi menelepon pengurus setiap kali ingin tahu perkembangan hafalan anaknya.

Apakah cukup memakai surah dan ayat, tanpa mencatat halaman?

Bisa. Pencatatan berbasis surah dan ayat sudah cukup untuk pelaporan. Halaman dan juz dipakai sebagai ringkasan capaian.

Bagaimana kalau pengasuh ingin format laporan yang berbeda?

Sampaikan saja kepada kami. Format laporan tahfidz biasanya disesuaikan dengan kebiasaan dan tradisi masing-masing pondok.

Apakah setoran bisa dicatat oleh pengurus, bukan pengasuh?

Bisa. Yang penting satu halaqah disepakati siapa yang mencatat, supaya tidak ada setoran yang tercatat dua kali.

Masih ada yang perlu dibantu?

Sampaikan langsung ke tim kami. Kami bantu jelaskan sampai jelas — tanpa biaya, dan tanpa paksaan untuk langsung memakai sistem.

Tanya via WhatsApp