Tahfidz & Al-Qur'an

Input Setoran Hafalan

Satu setoran yang tercatat salah bisa merusak rekap satu bulan. Karena itu biasakan memeriksa enam hal di bawah ini setiap kali input, sebelum menekan simpan.

Terakhir diperbarui: 27 September 2026

Mencatat satu setoran, langkah demi langkah

  1. Pilih santri dengan teliti Cari dengan nama atau nomor induk. Kalau ada nama kembar, cocokkan nomor induknya dulu sebelum memilih — setoran yang masuk ke santri yang salah adalah kesalahan yang paling sering terjadi.
  2. Isi tanggal setoran yang sebenarnya Gunakan tanggal saat santri menyetor, bukan tanggal saat Anda memasukkan data. Kalau baru mencatat malam untuk setoran pagi, isi tanggal pagi harinya.
  3. Pilih jenis: ziyadah atau murajaah Ziyadah untuk hafalan baru, murajaah untuk mengulang hafalan lama. Jangan dicampur — perbedaannya dijelaskan di halaman Ziyadah & Murajaah.
  4. Tentukan rentang bacaan Isi surah dan ayat mulai, lalu surah dan ayat selesai. Contoh: mulai surah 78 ayat 1 sampai surah 78 ayat 20. Nama surah tersedia untuk nomor 1 sampai 114; kalau ketikan nama tidak ketemu, cari dengan nomor surahnya. Pastikan ayat selesai tidak mendahului ayat mulai.
  5. Isi jumlah baris Catat jumlah baris yang benar-benar disetorkan, sesuai simakan, bukan perkiraan. Angka ini yang dipakai untuk menaksir capaian halaman per juz.
  6. Tandai tingkat kelancaran dan beri catatan Pilih lancar, cukup, atau mengulang. Untuk bacaan berkategori mengulang, tambahkan catatan singkat, misalnya "tertukar di ayat 4" — catatan ini sangat berguna saat murajaah berikutnya.
Periksa sebelum simpan

Sebelum menyimpan, baca ulang empat hal: santri benar, tanggal benar, jenis benar, rentang surah dan ayat nyambung. Empat detik di depan menghemat perbaikan satu rekap di belakang.

Siapa yang mencatat

Yang penting satu halaqoh sudah disepakati siapa pencatatnya: pengampu langsung, atau pengurus yang ditunjuk. Jangan sampai santri menyetor ke pengampu lalu mencatat sendiri di waktu lain, karena setoran akan tercatat dua kali dan capaian terbaca dua kali lipat dari kenyataan.

Kalau ada yang macet

  1. Santri tidak muncul di pilihan — pastikan datanya sudah lengkap dan statusnya masih aktif; santri yang sudah pulang atau pindah biasanya dinonaktifkan.
  2. Setoran tersimpan tetapi tidak tampil di rekap — periksa periode tanggal yang sedang Anda lihat; sering kali setorannya ada, hanya di bulan yang berbeda.
  3. Salah input, terlanjur tersimpan — perbaiki dari riwayat santri tersebut: hapus catatan yang salah lalu input ulang, jangan dibiarkan agar rekap per juz tidak melenceng.
  4. Rentang ayat ditolak — cek bahwa nomor ayat selesai lebih besar dari ayat mulai pada surah yang sama, atau surah selesai bernomor lebih besar dari surah mulai.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah boleh mencatat beberapa setoran sekaligus di akhir pekan?

Lebih baik dihindari. Kalau terpaksa, isi tanggal sesuai hari setoran sebenarnya, dan tetap tulis di buku halaqah sebagai cadangan pencocokan.

Setoran satu juz dihafal bertahap, dicatat bagaimana?

Catat per giliran dengan rentang ayatnya masing-masing, misalnya surah 78 ayat 1-20 hari ini, lanjut ayat 21-40 besok. Capaian juz akan terhitung otomatis dari akumulasi halaman.

Apakah perlu mencatat halaman juga?

Tidak wajib. Pencatatan berbasis surah dan ayat sudah cukup; halaman dan juz dipakai sebagai ringkasan capaian, bukan kolom yang harus diisi manual.

Bisa dilihat kembali oleh siapa setoran ini?

Pengurus dan pengasuh melihatnya di rekap, dan wali santri bisa melihat riwayat setoran anaknya di portal wali.

Masih ada yang perlu dibantu?

Sampaikan langsung ke tim kami. Kami bantu jelaskan sampai jelas — tanpa biaya, dan tanpa paksaan untuk langsung memakai sistem.

Tanya via WhatsApp