Kartu Santri
Kartu santri dipakai untuk gerbang pos keamanan, perpustakaan, dan peminjaman barang. Halaman ini memandu Anda mencetaknya dari data yang sudah ada — per santri maupun massal satu kelas.
Terakhir diperbarui: 27 September 2026
Kartu dicetak dari data induk
Kartu santri tidak diketik terpisah. Isinya diambil otomatis dari data santri: nama, kelas, kamar, NIS, dan foto. Karena itu, rapikan dulu data induk sebelum mencetak — kartu tercetak tidak bisa dikoreksi dengan stabilo.
Sebelum mencetak, periksa tiga hal:
- Nama — sudah benar ejaannya dan tidak ada gelar yang menggantung.
- Foto — sudah diunggah, wajah menghadap depan, latar tidak menenggelamkan pakaian.
- Kelas dan kamar — sudah nempel, karena keduanya tercetak di kartu.
Mengunggah foto santri
- Buka data santri, tekan bagian foto Pilih berkas dari HP atau memori komputer. Ukuran tidak perlu pas di awal — kartu akan memotongnya otomatis mengikuti bingkai.
- Atur pemotongan Geser dan perbesar sampai wajah mengisi bingkai dari ujung rambut ke bahu. Foto dari bawah dagu membuat semua kartu tampak aneh.
- Simpan dan pratinjau kartu Tekan Pratinjau Kartu. Yang tampil di layar itulah hasil cetak nanti — periksa namanya di sini, bukan di daftar.
Mengoreksi satu per satu dari layar lambat sekali untuk 30 santri. Panggil daftar kelas sambil menampilkan pratinjau kartu, lalu tandai yang salah di kertas — baru perbaiki sekalian sebelum cetak.
Mencetak massal satu kelas
- Buka daftar santri, saring per kelas — misalnya kelas 7A.
- Centang santri yang akan dicetak, atau pakai centang paling atas untuk memilih semuanya.
- Tekan Cetak Kartu, pilih tata letak kertas (berapa kartu per halaman), lalu unduh berkas cetaknya.
- Buka berkas itu dan cek jumlah halamannya: 30 santri dengan 8 kartu per halaman menjadi 4 lembar. Jumlah tidak cocok berarti ada santri tanpa foto yang terlewat.
- Cetak percobaan satu lembar saja di kertas biasa, potong, dan tahan — pastikan tulisan tidak terpotong dan foto tidak miring, baru cetak ke kertas kartu.
Tips kertas: gunakan kertas PVC atau art paper 260 gsm sesuai kartu yang Anda pakai. Cetak percobaan di HP print pinggir pesantren biasanya ditanggung sendiri, jadi pastikan pratinjau sudah benar sebelum berangkat.
Kalau kartu hilang atau rusak
- Catat kehilangan di data santri Buka santrinya, tulis keterangan "kartu hilang" beserta tanggalnya. Ini penting bagi pos keamanan: kartu lama yang ditemukan orang asing tidak bisa disalahgunakan tanpa catatan.
- Blokir lewat pos keamanan Petugas pos menandai nomor kartu itu dalam daftar pantauan, sehingga pemindai di gerbang menampilkan peringatan bila kartu lama dipindai.
- Cetak ulang satu santri Dari data santri itu, tekan Cetak Kartu — hanya kartunya yang masuk berkas, tanpa mencetak ulang kelasnya.
Kalau ada yang macet
- Sebagian santri tidak ikut tercetak — biasanya mereka belum ada foto atau belum ada kelas. Lengkapi datanya, lalu pilih ulang kelasnya.
- Foto tercetak kotak-kotak atau buram — berkas aslinya kecil; foto di bawah 500 piksel lebarnya akan pecah di kertas. Minta foto ulang ke santri.
- Hasil potong tidak lurus — printer di tata usaha belum disetel margin kertas kartunya. Cetak percobaan di kertas biasa tanpa potong, bandingkan tepiannya.
- Nama di kartu tampil terpotong — nama terlalu panjang untuk bingkai. Perpendek di kolom nama panggilan pada data santri; kartu memakai nama itu bila kolomnya terisi.
Pertanyaan yang sering muncul
Bisakah kartu dipakai untuk absensi di gerbang?
Bisa, bila pesantren memasang pemindai di pos. Kartu cukup membawa nomor santri, dan pemindai mengarahkan hasilnya ke catatan hadir yang sama dengan aplikasi pengurus.
Santri keluar — kartunya bagaimana?
Minta kartunya kembali saat pengambilan berkas. Bila hilang, catat di data santri bahwa kartu tidak dikembalikan; pos keamanan sudah punya daftarnya.
Foto santri belum ada semua — boleh cetak dulu?
Boleh. Kartu tanpa foto tetap tercetak dan nomornya berfungsi, tapi biasakan mencetak bagian itu belakangan agar kartu baru tidak menumpuk.
Apakah desain kartu bisa diubah?
Lambang, warna, dan teks tambahan di belakang kartu dapat disesuaikan dengan identitas pesantren. Sampaikan permintaan perubahan desain ke pengelola sistem beserta contoh yang Anda inginkan.
Masih ada yang perlu dibantu?
Sampaikan langsung ke tim kami. Kami bantu jelaskan sampai jelas — tanpa biaya, dan tanpa paksaan untuk langsung memakai sistem.
Tanya via WhatsApp